Aceh Tamiang Dapat Bantuan Alat Berat dari Pemkot Medan

reicha.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara, kembali mengerahkan sejumlah alat berat untuk membantu proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, menegaskan bahwa pengerahan alat berat tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah kota dalam mendukung percepatan normalisasi wilayah terdampak. “Pemkot Medan memastikan akan memberikan bantuan secara total mengingat sinergitas menjadi suatu hal yang sangat penting,” ujar Rico Waas di Medan, Kamis.

Menurutnya, kolaborasi antarwilayah menjadi kunci agar proses pemulihan berlangsung efektif. Dengan dukungan armada dari Medan, pihaknya berharap petugas di lapangan dapat lebih cepat membersihkan lokasi terdampak dan memulihkan fasilitas publik.

Armada yang Dikerahkan dan Fungsinya

Rico Waas menjelaskan bahwa Pemkot Medan mengerahkan empat unit skid loader dan satu unit truck self loader crane. Armada ini ditujukan untuk membantu membersihkan puing, material longsor, serta benda-benda berat yang menghalangi aktivitas masyarakat.

“Armada yang dikerahkan diharapkan dapat meringankan pekerjaan petugas di lapangan dalam pemulihan pasca bencana,” ujar Waas.

Sebelumnya, Pemkot Medan juga telah mengerahkan berbagai kendaraan dan personel untuk membantu pembersihan pascabencana yang terjadi pada 27 Desember 2025. Armada yang sebelumnya dikerahkan antara lain:

  • Mobil pemadam kebakaran dengan unit PK 48 dan PK 49 berkapasitas 5.000 liter per armada
  • Satu unit motor grader
  • Dua unit backhoe loader
  • Empat unit dump truck
  • Tiga unit trado

Armada ini telah membantu membersihkan material longsor dan sisa banjir, serta memulihkan jalan dan fasilitas publik yang rusak akibat bencana.

Dampak Positif Kolaborasi dan Solidaritas

Rico Waas menekankan pentingnya kolaborasi dan solidaritas antarwilayah dalam penanganan pascabencana. Dengan dukungan lintas daerah, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan efisien.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa bantuan tidak hanya sebatas wilayah sendiri, tapi juga saling mendukung sesama daerah terdampak,” jelasnya.

Selain pemulihan infrastruktur, upaya ini juga membantu masyarakat terdampak agar bisa kembali beraktivitas normal lebih cepat. Pekerjaan pembersihan jalan dan sarana transportasi, misalnya, memastikan distribusi logistik dan bantuan tetap lancar.

Pandangan Ke Depan

Pemkot Medan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan hingga kondisi Aceh Tamiang sepenuhnya pulih. Pihaknya menekankan kesiapan sumber daya manusia, armada, dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Langkah ini sekaligus menjadi contoh penguatan sinergi antarwilayah, yang menjadi model bagi penanganan bencana di masa depan. Dengan dukungan armada dan koordinasi yang baik, Pemkot Medan berharap proses pemulihan berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *