reicha.net – Kementerian Luar Negeri RI berhasil mengevakuasi tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di Pulau Sokotra, Yaman.
Akses kembali ke tanah air terhambat akibat penutupan wilayah udara Yaman oleh pemerintah Saudi sejak 30 Desember lalu.
Pemulangan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan perwakilan RI di Kawasan Timur Tengah, termasuk KBRI Muscat, Riyadh, Abu Dhabi, dan KJRI Jeddah.
Proses evakuasi juga mendapat dukungan penuh dari otoritas Arab Saudi dan Yaman.
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyampaikan bahwa ketiga WNI diterbangkan dari Pulau Sokotra menuju Jeddah untuk transit.
“Pukul 10.30 waktu setempat, ketiga WNI diberangkatkan ke Jeddah dan akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia pukul 17.30,” kata Nabyl melalui rekaman video, Jumat.
Ia menegaskan ketiga WNI kini dalam kondisi baik.
Kronologi Terjebaknya WNI di Sokotra
Plt. Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan para WNI terjebak karena penutupan wilayah udara.
Penutupan ini dilakukan menyusul serangan militer di pelabuhan Makala, Yaman, pada 30 Desember lalu.
Ketiga WNI awalnya memasuki Pulau Sokotra melalui jasa wisata tur yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA).
Karena tidak ada penerbangan yang beroperasi, mereka tidak dapat meninggalkan pulau hingga proses evakuasi dilakukan.
Imbauan Kemlu untuk WNI Perjalanan Luar Negeri
Vahd Nabyl menekankan pentingnya kewaspadaan bagi WNI yang bepergian ke luar negeri, khususnya ke wilayah rawan konflik.
“Masyarakat diimbau selalu mematuhi imbauan perjalanan dan mengikuti perkembangan situasi di negara tujuan,” ujarnya.
Imbauan ini berlaku untuk memastikan keamanan dan mengantisipasi risiko terjebak di wilayah konflik.
Selain itu, Kemlu menekankan pentingnya registrasi ke sistem perlindungan WNI atau mendaftarkan diri pada aplikasi konsuler resmi.
Langkah ini mempermudah koordinasi pemerintah bila terjadi kondisi darurat atau evakuasi mendesak.
Dukungan dan Proses Evakuasi
Evakuasi WNI ke Indonesia melibatkan kerjasama lintas KBRI dan KJRI, serta koordinasi dengan otoritas setempat.
Selama transit di Jeddah, pihak Kemlu memastikan ketiga WNI mendapatkan pelayanan medis dan logistik yang memadai.
Proses ini menunjukkan kemampuan diplomasi Indonesia dalam melindungi warganya di luar negeri.
Menurut Heni Hamidah, pemerintah terus memantau situasi di Yaman dan wilayah sekitarnya untuk mengantisipasi potensi risiko bagi WNI lainnya.
Evakuasi ini menjadi contoh prosedur cepat, aman, dan terkoordinasi dalam menghadapi kondisi darurat internasional.
Pandangan Ke Depan
Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan warga negara saat bepergian ke wilayah konflik atau area dengan risiko tinggi.
Pemerintah akan terus memperkuat sistem perlindungan dan evakuasi WNI melalui perwakilan diplomatik di luar negeri.
Selain itu, edukasi dan sosialisasi terkait prosedur perjalanan internasional menjadi kunci untuk mencegah warga terjebak di negara berisiko.
Kemlu menegaskan komitmen perlindungan WNI tetap menjadi prioritas, termasuk memastikan evakuasi cepat saat situasi darurat terjadi.
Langkah pemerintah ini memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan diplomasi Indonesia dalam melindungi warganya.
Koordinasi lintas perwakilan dan otoritas negara sahabat menjadi faktor kunci keberhasilan evakuasi dari wilayah rawan konflik.




Leave a Reply