Baku Tembak Terbaru Pecah di Perbatasan Afghanistan-Pakistan

Baku Tembak Terbaru Pecah di Perbatasan Afghanistan-Pakistan

reicha – Ketegangan kembali meningkat di sepanjang Garis Durand, setelah pertempuran bersenjata antara pasukan Afghanistan dan Pakistan pecah pada Rabu. Bentrokan ini terjadi di beberapa titik perbatasan dan menimbulkan korban jiwa, termasuk warga sipil. Insiden tersebut menambah daftar panjang konflik bersenjata di wilayah perbatasan kedua negara yang selama ini menjadi titik rawan keamanan kawasan Asia Selatan.

Laporan saksi mata menyebutkan bahwa pasukan Pakistan lebih dulu melepaskan tembakan berat ke arah wilayah Afghanistan di sekitar Kota Spin Buldak. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh pasukan perbatasan Afghanistan, memicu pertempuran terbuka yang berlangsung selama beberapa jam. Akibat insiden ini, tiga warga sipil dilaporkan tewas, sementara beberapa anak mengalami luka-luka akibat pecahan peluru dan ledakan di sekitar permukiman.

“Bentrok ini membuat warga di sekitar perbatasan ketakutan. Banyak dari mereka mengungsi ke wilayah yang lebih aman,” ujar seorang penduduk Kandahar kepada Tolo News.

Garis Durand—perbatasan sepanjang lebih dari 2.600 kilometer yang memisahkan Afghanistan dan Pakistan—telah lama menjadi sumber ketegangan diplomatik. Kedua negara kerap saling tuduh terkait aktivitas kelompok militan yang beroperasi di sepanjang perbatasan tersebut. Islamabad menuduh Kabul gagal menindak kelompok bersenjata yang menyerang wilayah Pakistan, sementara pihak Afghanistan menilai pasukan Pakistan kerap melakukan pelanggaran wilayah dan serangan sepihak.

Meski kedua pihak beberapa kali menggelar pembicaraan keamanan, implementasi pengawasan bersama di perbatasan masih minim dan sering kali tidak efektif.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Pakistan maupun otoritas Taliban terkait jumlah korban di pihak militer. Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa eskalasi semacam ini berpotensi memicu konflik terbuka jika tidak segera diredam melalui jalur diplomatik.

“Baca juga : Bos BGN Buka Suara soal Perjanjian Rahasiakan Kasus MBG

Ketegangan Perbatasan Afghanistan-Pakistan Meningkat, Korban Bertambah di Spin Buldak–Chaman

Menurut laporan Tolo News, baku tembak sengit terjadi di perlintasan Spin Buldak–Chaman, salah satu jalur perdagangan utama antara kedua negara. Pertempuran dilaporkan berlangsung selama berjam-jam, melibatkan senjata ringan dan berat, serta menyebabkan kerusakan pada fasilitas perbatasan dan kendaraan niaga. Meski belum ada data resmi, sumber lokal menyebutkan sejumlah personel militer Pakistan turut menjadi korban dalam bentrokan tersebut.

Hingga kini, baik pihak Taliban Afghanistan maupun militer Pakistan belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah korban jiwa. Namun, beberapa saksi di lokasi melaporkan bahwa area sekitar pos pemeriksaan utama ditutup total, dan aktivitas perdagangan lintas perbatasan dihentikan sementara demi alasan keamanan.

“Ledakan terdengar sepanjang pagi, dan banyak pedagang yang memilih menutup kios mereka. Situasinya sangat tegang,” ujar salah satu warga Spin Buldak kepada Tolo News.

Selain di Spin Buldak, laporan lain mengungkap bahwa bentrokan juga terjadi di Distrik Achin, Provinsi Nangarhar, Afghanistan. Pertempuran di wilayah ini melibatkan pasukan bersenjata dari kedua negara, dengan penggunaan mortir dan senjata berat di beberapa titik strategis. Bentrokan berulang di wilayah perbatasan timur ini memperlihatkan masih rapuhnya koordinasi keamanan antara kedua belah pihak.

Dalam perkembangan lain, Dinas Informasi dan Kebudayaan Provinsi Helmand melaporkan bahwa dua hari sebelum insiden tersebut, militer Pakistan menangkap tujuh pekerja asal Afghanistan di dekat perbatasan tidak resmi. Para pekerja itu dikabarkan diperlakukan secara brutal sebelum akhirnya dipindahkan ke fasilitas militer di wilayah Pakistan.

Meningkatnya jumlah korban jiwa dan laporan penangkapan warga sipil kini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan pengamat internasional.

“Baca juga : Pemerintah Indonesia Catat Rp17 T Bansos Salah Sasaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *