MPR Ajak Generasi Muda Jadikan Sejarah Inspirasi Bangsa

MPR Ajak Generasi Muda Jadikan Sejarah Inspirasi Bangsa

reicha – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengajak generasi muda menjadikan sejarah perjuangan bangsa sebagai inspirasi dalam membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa nilai kebangsaan, spiritualitas, dan semangat kebersamaan para pendiri bangsa harus kembali dihidupkan sebagai modal sosial generasi masa kini.

Berbicara dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara bertema Kepemimpinan Negarawan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, HNW menegaskan pentingnya memahami sejarah bangsa secara utuh. Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi MPR RI dan Yayasan Rumah Kita Berkah Sejahtera dan dihadiri peserta dari berbagai kalangan muda.

Dalam pemaparannya, HNW menghubungkan konsep kepemimpinan negarawan dengan peran organisasi sosial politik serta kontribusi generasi muda sejak masa perjuangan.

Menurutnya, meski masa pendudukan Jepang menimbulkan penderitaan, fase tersebut juga membuka kesempatan bagi tokoh-tokoh Indonesia untuk memperkuat upaya menuju kemerdekaan. “Perjuangan tidak pernah berhenti, baik pada masa Belanda maupun Jepang. Tokoh bangsa terus bergerak, dan sejarah akhirnya dikoreksi oleh hadirnya kemerdekaan,” ujar HNW.

Ia menekankan pentingnya memahami sejarah bukan hanya melalui konsep “jas merah”, tetapi juga “jas hijau”, yaitu penghargaan atas kontribusi ulama, pemimpin umat, dan organisasi Islam dalam perjuangan kemerdekaan. HNW mencontohkan tokoh-tokoh seperti KH Kahar Muzakir, KH Abdul Halim, dan KH Anwar Sanusi, yang bekerja bersama Soekarno dan Mohammad Yamin dalam mempersiapkan dasar negara.

“Baca juga : Wanita Vietnam Dalangi Serangan Bom AS ke Bunker Nuklir Iran”

Generasi Muda Kalimantan Utara Diingatkan Waspadai Ancaman Penjajahan Baru

Pernyataan tentang pentingnya peran generasi muda Kalimantan Utara kembali menegaskan bahwa daerah perbatasan memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa. Tarakan dan Nunukan menjadi contoh wilayah yang sering berhadapan dengan dinamika keamanan, arus perdagangan, hingga potensi infiltrasi ideologis. Karena itu, pesan untuk memperkuat pemahaman sejarah dan menjaga identitas bangsa menjadi sangat relevan.

Dalam sebuah kegiatan di Kalimantan Utara, Hidayat Nur Wahid (HNW) menekankan bahwa generasi muda harus memahami sejarah perjuangan bangsa.

HNW mengingatkan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 telah menyediakan kerangka yang kuat untuk kemajuan rakyat. Ia menekankan bahwa konstitusi hanya akan berjalan efektif jika masyarakat turut menjaga dan mengawalnya dari berbagai bentuk pelemahan. Menurutnya, stabilitas nasional tidak hanya ditopang oleh pemerintah, tetapi juga oleh kesadaran warga dalam menjalankan nilai-nilai konstitusi.

Dalam penjelasannya, HNW mengutip prinsip sejarah yang menegaskan bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh tindakan generasi saat ini. Ia menyebutkan bahwa generasi 1920-an mampu mempersiapkan kemerdekaan pada 1945 melalui konsistensi, disiplin, dan komitmen kebangsaan. Ia menilai pola tersebut dapat ditiru oleh generasi sekarang untuk menghadapi tantangan identitas dan geopolitik.

Pernyataan tersebut sejalan dengan berbagai laporan mengenai dinamika kawasan perbatasan Kalimantan Utara. Wilayah ini berhadapan langsung dengan negara lain dan menjadi jalur mobilitas tinggi, baik untuk perdagangan legal maupun aktivitas yang berisiko keamanan. Penguatan literasi sejarah, wawasan kebangsaan, dan kesadaran geopolitik menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas.

“Baca juga : Telur Orak-arik Sempurna ala Restoran Ungkap Chef Profesional”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *