reicha.net – Pelatih Dewa United, Olde Reikerink, menilai kegagalan timnya memanfaatkan ruang di lapangan menjadi faktor utama kekalahan 0-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC. Laga ini merupakan lanjutan Super League 2025/2026 yang digelar di Bandarlampung, Senin.
“Hasil yang didapat adalah kesalahan tim kami sendiri. Kami tidak mengeksekusi ruang yang ada di lapangan, sehingga tidak menunjukkan permainan yang seharusnya,” ujar Olde Reikerink usai pertandingan.
Kegagalan memaksimalkan ruang menurut pelatih berdampak langsung pada serangan Dewa United. Tim kesulitan membongkar pertahanan lawan, terutama saat mendapat tekanan fisik dari Bhayangkara.
Faktor Lapangan dan Kepemimpinan Wasit
Selain faktor internal tim, Olde Reikerink menyoroti kepemimpinan pengadil lapangan yang dinilainya kurang tegas. “Sejak kick-off kami sudah dilanggar, tetapi setelah enam atau tujuh pelanggaran baru ada kartu,” katanya.
Menurut pelatih asal Belanda itu, kepemimpinan wasit yang kurang tegas membuat pertandingan semakin sulit, terutama melawan tim yang mengandalkan permainan fisik. Kondisi lapangan yang buruk juga memperparah kesulitan tim memanfaatkan ruang secara efektif.
“Mencari dan mengeksekusi ruang menjadi sangat sulit karena lapangan tidak mendukung, apalagi saat tekanan lawan tinggi,” jelasnya.
Meski demikian, Olde Reikerink menekankan bahwa kesalahan utama tetap ada pada timnya. Ia menolak menyalahkan wasit sepenuhnya. “Peran pengadil sangat penting, tetapi tim kami sendiri tidak mampu menunjukkan permainan profesional,” tegasnya.
Kronologi Gol dan Hasil Pertandingan
Gol tunggal Bhayangkara Presisi Lampung FC dicetak oleh F. Sadat pada menit ke-43 melalui tandukan memanfaatkan situasi bola mati. Dewa United gagal membalas sepanjang 90 menit pertandingan.
Dengan kemenangan ini, Bhayangkara Presisi Lampung FC kini menempati posisi 9 klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 22 poin dari 16 pertandingan. Dewa United tertahan di peringkat 14 dengan 17 poin dari jumlah pertandingan yang sama.
Implikasi dan Pandangan ke Depan
Olde Reikerink menekankan perlunya evaluasi strategi tim, terutama dalam pemanfaatan ruang di lapangan. Menurutnya, kemampuan membaca ruang dan mengambil keputusan cepat menjadi kunci agar tim bisa bersaing di papan tengah klasemen.
Selain itu, pelatih menyebut pentingnya adaptasi dengan kondisi lapangan dan permainan fisik lawan. Ia berharap latihan dan penguatan taktik dapat membantu pemain meningkatkan performa serangan dan efektivitas memanfaatkan peluang di pertandingan berikutnya.
“Kami harus belajar dari pertandingan ini. Memaksimalkan ruang, disiplin, dan fokus akan menjadi prioritas agar bisa meraih hasil positif di laga selanjutnya,” pungkas Olde Reikerink.
Dewa United kini harus segera menyiapkan strategi baru untuk menghadapi pertandingan berikutnya, sekaligus membangun konsistensi performa agar menjauh dari zona bawah klasemen. Evaluasi taktik dan latihan intensif menjadi kunci untuk memperbaiki peluang menang tim di sisa musim Super League 2025/2026.




Leave a Reply